10 Tahun Berjaya!.. Milad Rakompas, Jalanan Banjir Warga Berbaju Biru

TEROBOSHUKUM.CO.IDKEDUNG PENGAWAS KABUPATEN BEKASI JAWA BARAT. Desa Kedung Pengawas, Babelan, mendadak berubah jadi lautan biru! Peringatan Milad ke-10 Radio Komunikasi Kedung Pengawas (Rakompas) digelar meriah di sekitar Lapangan NASA Stadion Mini, Jalan Grand New Residence, Minggu (21/6/26).

Sejak pagi, warga berbondong-bondong memadati sepanjang jalan menuju lokasi. Antusiasme luar biasa membuat suasana jadi pecah. Dari anak muda hingga orang tua, semua kompak hadir merayakan satu dekade eksistensi komunitas komunikasi warga kebanggaan Desa Kedung Pengawas.

Ketua Umum Rakompas, H. Nasarudin, hadir langsung bersama seluruh jajaran pengurus, anggota, simpatisan, dan masyarakat umum. Tak ketinggalan, unsur 3 Pilar Desa Kedung Pengawas, Polsek Babelan, Koramil 04 Babelan, Pol PP, dan Trantib Kecamatan Babelan juga ikut meramaikan.

Potong Tumpeng, Suasana Pecah!
Momen paling berkesan terjadi saat prosesi pemotongan tumpeng ulang tahun ke-10. H. Nasarudin memotong tumpeng disambut nyanyian “Selamat Ulang Tahun” yang menggema serentak dari ribuan warga.

Hampir seluruh peserta kompak mengenakan pakaian biru. Hasilnya? Jalanan berubah jadi hamparan biru yang nyaris tak terlihat ujungnya. Pemandangan yang jarang terjadi di tingkat desa!

Rakompas yang mengudara di frekuensi 153.770 MHz ini memang dikenal dengan semboyan “Santun di Udara, Akrab di Darat” Dan di milad ke-10 ini, semboyan itu benar-benar terasa nyata.

Haru Biru Saat Santunan Diberikan
Di tengah kemeriahan, suasana tiba-tiba berubah haru. Ketua Umum H. Nasarudin secara langsung memberikan santunan kepada 13 keluarga anggota Rakompas yang telah meninggal dunia.

Tangis haru pecah dari keluarga yang ditinggalkan. Momen ini jadi bukti bahwa Rakompas bukan hanya soal komunikasi, tapi juga keluarga besar yang saling peduli.

“Selamat ulang tahun Rakompas yang ke-10 tahun. Dengan bertambahnya usia, semoga Rakompas semakin dewasa, semakin jaya, semakin bermanfaat bagi masyarakat, dan terus menjaga silaturahmi antarwarga baik lewat komunikasi udara maupun pertemuan langsung lewat kopi darat,” ujar H. Nasarudin dalam sambutannya.

Milad ke-10 ini membuktikan bahwa Rakompas bukan sekadar komunitas radio. Ia telah tumbuh jadi wadah persatuan, komunikasi, dan informasi positif yang mengakar kuat di Desa Kedung Pengawas dan sekitarnya.

Dari udara ke darat, dari frekuensi ke hati warga. Rakompas, 10 tahun bukan akhir. Ini baru permulaan! √

Editor: fajar Rht

 

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *