KPK Bongkar Akar Korupsi: Bukan Cuma Tangkap, Tapi Tanam Integritas Sejak PAUD

TEROBOSHUKUM.CO.IDKPK RI. Di tengah riuh KPK nangkapin koruptor, ada kerjaan yang lebih senyap tapi penting banget: mastiin korupsi gak tumbuh lagi dari akarnya. Dan akar itu, kata KPK, seringnya sembunyi di cara pandang, nilai, dan kebiasaan yang dibentuk sejak kecil.

Momen Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2026 jadi ajang refleksi. Bukan cuma soal ranking kelas, tapi seberapa jauh sekolah beneran nanam integritas jadi napas sehari-hari. Di titik ini, pendidikan gak boleh cuma tempelan. Harus jadi benang merah yang nyambungin rumah, kelas, sampai tongkrongan

KPK tegas: pendidikan itu ‘soko guru integritas’. Fondasi yang nentuin generasi depan bakal jadi penjaga nilai atau malah nerusin celah korupsi.

“Pendidikan cara paling dasar mastiin korupsi gak terus berulang. Dari sanalah nilai dan kebiasaan dibentuk, jauh sebelum orang dihadapin godaan kuasa,” ungkap Jubir KPK, Budi Prasetyo, Sabtu (2/5).

Makanya, KPK taruh pendidikan sebagai 1 dari 3 tiang utama berantas korupsi, bareng pencegahan dan penindakan. Kalau penindakan kerja di hilir nangkap pelaku, pendidikan jaga hulunya biar tetap jernih.

Lewat jalur formal, KPK dorong Pendidikan Antikorupsi (PAK) masuk semua jenjang: dari PAUD sampai kampus. Gak cuma hafalan, tapi bentuk karakter lewat 9 nilai integritas: Jujur, Mandiri, Tanggung jawab, Berani, Sederhana, Peduli, Disiplin, Adil, dan Kerja Keras. Disingkat JUMAT BERSEPEDA KK Gampang diinget kan?

Biar kualitas ngajar rata, Maret 2026 kemarin KPK luncurin _Buku Panduan Sisipan PAK_ buat dosen. Hasilnya? Sekarang sekitar 80% perguruan tinggi udah integrasiin pendidikan antikorupsi ke mata kuliah.

KPK juga punya “kaca” namanya Survei Penilaian Integritas (SPI) Pendidikan. Fungsinya buat motret kondisi nyata di sekolah/kampus: mana yang rawan, mana yang perlu dibenahi biar makin transparan.

“Ruang belajar harusnya tempat paling aman buat integritas. Kalau di sana aja udah ada kompromi, kita lagi nanam masalah sejak awal,” tegas Budi.

Gak cuma di kelas. KPK gerakin pendidikan informal lewat ACFFest sampai gerakan Suara Antikorupsi. Intinya: integritas hidup di obrolan sehari-hari, di pilihan kecil yang sering luput dari sorotan.

KPK ngajak masyarakat isi SPI Pendidikan 2026 yang dibuka 13 April – 31 Juli 2026. Yang kepilih jadi responden bakal dapat WA resmi centang hijau “SPI by KPK”, gratis. Isi jujur ya, biar datanya akurat buat bikin kebijakan.

KPK sadar, pendidikan antikorupsi gak kasih hasil semalam. Kerjanya diam, tumbuh pelan, kayak akar yang nguatin pohon biar gak gampang tumbang. Tapi tanpa itu, berantas korupsi cuma muter di situ-situ aja.

“Dari ruang kelas, kita harap tumbuh berani jujur dan kebiasaan nolak penyimpangan. Hardiknas ngingetin: Indonesia bersih bukan cuma soal nangkap pelaku, tapi mastiin generasi depan gak ngerasa perlu korupsi,” tutup Budi.

Integritas, pada akhirnya, bukan cuma diajarin. Tapi dibiasain. (√)

 

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *