Winengsih Raih Suara BPD Buni Bakti Fokus Edukasi Ibu & Hidupkan Majelis Ta’lim

Winengsih maju ke BPD sederhana tapi tajam: jadi corong aspirasi ibu dan perempuan desa. Ia melihat banyak suara perempuan yang belum tersampaikan di ruang pengambilan keputusan desa.
TEROBOSHUKUM.CO.ID – BUNI BAKTI, BABELAN, BEKASI, JAWA BARAT. Gemuruh dukungan pecah di Dusun 3 Desa Buni Bakti! Winengsih resmi keluar sebagai peraih suara terbanyak dalam pemilihan Badan Permusyawaratan Desa [BPD] unsur keterwakilan perempuan, Kamis [21/5/2026]. Kemenangan telak ini jadi bukti kepercayaan warga pada sosok ibu yang dikenal vokal menyuarakan kepentingan perempuan. Pada Kamis siang (21/05)
“Ini amanah besar. Justru jadi semangat buat saya lebih aktif mengedukasi dan mengajak kaum perempuan berperan di kehidupan sosial kemasyarakatan,” ujar Winengsih penuh semangat usai penetapan.
Motivasi Winengsih maju ke BPD sederhana tapi tajam: jadi corong aspirasi ibu dan perempuan desa. Ia melihat banyak suara perempuan yang belum tersampaikan di ruang pengambilan keputusan desa.
Fokus utama yang langsung ia angkat adalah *kebangkitan posyandu*. Winengsih prihatin masih banyak ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang absen dari posyandu karena alasan sepele.
“Saya hanya ingin memberikan edukasi kepada para ibu yang punya balita agar lebih aktif datang ke posyandu. Karena kesehatan anak dan ibu itu sangat penting untuk masa depan,” tegasnya.
Baginya, posyandu bukan sekadar timbang berat badan. Itu garda terdepan memantau kesehatan ibu dan tumbuh kembang anak. Kalau posyandu hidup, generasi Buni Bakti ke depan akan lebih kuat.
Tak berhenti di situ, Winengsih juga ingin membangkitkan peran perempuan di kegiatan sosial dan keagamaan. Ia mengajak ibu-ibu meramaikan majelis ta’lim dan pengajian rutin.
“Kegiatan ini bukan cuma mempererat silaturahmi. Tapi juga jadi wadah pembinaan moral dan kebersamaan warga,” jelasnya.
Dengan kepercayaan besar sebagai peraih suara terbanyak keterwakilan perempuan Dusun 3, Winengsih berjanji jadi penghubung aspirasi warga yang efektif dan amanah.
“Harapan saya, suara ibu-ibu Buni Bakti bisa didengar, diperjuangkan, dan jadi program nyata. Karena kalau ibu sehat, anak sehat, desa pasti maju,” tutupnya.
Kini warga Buni Bakti menanti gebrakan Winengsih. Mampukah ia mengubah wajah posyandu dan menggerakkan kembali semangat gotong royong perempuan desa. (Fjr)
