Sempat di Stop, SPPG Babelan Kota 07 Beroperasi Lagi! Walau Renovasi tak Maksimal

Khoirul Huda menggunakan pakaian batik, perwakilan Yayasan Karya Nyata Pasundan. Kepala SPPG Babelan Kota 07 Agusluaden menggunakan pakaian berwarna biru.


SPPG Babelan Kota 07 desa Babelan kota, kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, sebelumnya sudah sempat beroperasi 4 hari. Namun Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara karena sejumlah fasilitas belum memenuhi standar.


TEROBOSHUKUM.CO.IDBABELAN KABUPATEN BEKASI. Sempat diberhentikan sementara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Babelan Kota 07 desa Babelan kota, kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, akhirnya kembali beroperasi. Kembalinya dapur MBG ini ditandai dengan syukuran bersama warga pada senin jelang sore, (04/05)

Lalu Khoirul Huda, perwakilan Yayasan Karya Nyata Pasundan selaku mitra SPPG Babelan Kota 07, menyebut syukuran jadi bentuk respek ke lingkungan dan budaya sekitar. “Harapannya semua aktivitas di dapur dan masyarakat sekitar bisa jalan bareng,” kata Khoirul di ruang kantor, pada senin jelang sore (04/05)


Baca juga:

MBG dan Koperasi Merah Putih Kembalikan Arus Kekayaan ke Rakyat

SPPG Babelan Kota 07 sebelumnya sudah sempat beroperasi 4 hari. Namun Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara karena sejumlah fasilitas belum memenuhi standar.

“Akhirnya kita berusaha memperbaiki. Kita punya waktu satu minggu tapi belum selesai, akhirnya mundur jadi 2 minggu,” jelas Khoirul.

Yang diperbaiki? Daftarnya panjang: Ipal, lantai, kipas/AC pendingin, area pencucian ompreng, sampai tembok berjamur yang harus dicat ulang. “Kurang lebih 30% fasilitas kita benahi. Sekarang sudah hampir 90%,” tambahnya.

Khoirul jujur, bangunan SPPG ini memang setengah jadi dan sudah tua. “Terkendala kontraktor yang kurang bisa memenuhi standar atau kurang teliti pengerjaannya,” ungkapnya.

Soal lantai keramik, BGN tak mewajibkan tapi jadi opsi. “Kalau poksi 3 bulan sekali terus biaya besar. Mungkin ditengah jalan kita ganti keramik. Kita lihat perkembangan dan komunikasi sama ketua,” kata Khoirul.

Senada, Kepala SPPG Babelan Kota 07 Agusluaden menegaskan, penghentian operasional sudah sesuai prosedur. “Dari BGN, kami diutus sebagai pengawas. Kalau tidak memenuhi syarat, tetap kita hentikan. Kami perpanjangan tangan pusat,” tegas Agus, pada senin jelang sore (04/05)


Baca juga:

Eks Kepala BPN Bengkulu Selatan Ditahan Kejari

Ia merinci temuan saat suspensi: AC ruang komersial kurang maksimal, penerangan dapur minim, tempat cuci ompreng tertutup, sampai Ipal belum standar 3 lubang. “Standar BGN: lubang 1 saring lemak, lubang 2 saring minyak, lubang 3 keluarkan air bersih ke lingkungan. Kemarin masih tertutup,” jelas Agus.

Soal lantai dapur yang belum 100% rampung, Agus pastikan pengolahan menu tetap steril. “Kita pakai meja stainless. Yang penting meja steril, sanitasi dijaga. Lantai kita kejar 1-2 minggu ke depan,” ujarnya.

Dengan dicabutnya BAP suspensi atas kesepakatan korcam dan kepala SPPG, dapur Babelan Kota 07 resmi running lagi. “Kalau di tengah jalan ada kerusakan, kita perbaiki dan diskusi lagi. Intinya kualitas menu bergizi tetap nomor satu,” tutupnya (fjr)

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *