Lurah Bahagia Pimpin Rembuk RW, Normalisasi Kali di Pondok Ungu Permai Inisiatif Swadaya

TEROBOSHUKUM.CO.IDKELURAHAN BAHAGIA KABUPATEN BEKASI. Lurah Bahagia, Khoirul Anwar, memimpin langsung pertemuan sejumlah Ketua RW Kelurahan Bahagia di D’Four Kuliner Bamuswa, Pondok Ungu Permai. Pertemuan tersebut membahas progres normalisasi kali di lingkungan Pondok Ungu Permai. Pada Kamis (30/4)

Lurah Bahagia, Khoirul Anwar, menegaskan kegiatan normalisasi ini merupakan inisiatif swadaya warga dan bukan proyek APBD.

“Kegiatan normalisasi ini tidak mengandalkan APBD. Kita membantu pemerintah untuk mengerjakan sesuatu yang menjadi urusan kita bersama,” kata Khoirul.

Ia mengakui sempat ada gesekan di lapangan akibat miskomunikasi. “Ada reaksi dari mereka karena kurangnya komunikasi. Bukan lagi kajian teknis, tetapi bukan main kuat-kuatan otot. Tetapi setelah kerjaan kali ini selesai, mereka bisa mengetahui manfaatnya.” ujarnya.

Khoirul mengapresiasi kesadaran warga yang sudah ikut bekerja. “sejumlah relawan mau panas-panasan itu untuk kebaikan kita semua. Beruntungnya saya, Bapak-bapak sudah melakukan sesuatu yang luar biasa. Ini sudah menjadi kesadaran,” tambahnya.

Ia menjelaskan, normalisasi ini penting untuk mencegah banjir di kawasan pemukiman padat Pondok Ungu Permai. Kegiatan ini juga untuk membantu pemerintah daerah.

“Kegiatan ini membantu pemerintah daerah khususnya kita semua untuk memperbaiki aliran kali. Tidak harus menunggu APBD. Kalau ada dari warga gerak cepat, perencanaan anggaran pemerintah daerah bisa lama,” jelasnya.

Khoirul menyebut sudah menyampaikan usulan penataan kawasan kali melalui mekanisme surat resmi. Ia berharap normalisasi swadaya ini jadi pemicu agar pemda segera turun tangan membangun secara permanen.

Dalam forum Ketua Badan Musyawarah Warga (Bamuswa), Suryo Pranoto, memaparkan kondisi normalisasi yang sudah berjalan. Ia menyebut sebagian wilayah sudah dinormalisasi, sementara sebagian RW lain belum.

“Normalisasi ini untuk kepentingan kita semua, dari seluruh aliran kali-kali yang ada di sini. Alhamdulillah ada bantuan CSR dari PT Duta Bintang untuk operasional alat berat,” ujar Suryo.

Suryo menjelaskan, alat berat sudah bekerja hampir satu bulan. Namun biaya operasional masih jauh dari cukup.

Ia pun memohon kerelaan para Ketua RW untuk gotong royong menutup kekurangan biaya. “Ini bukan bawaan pak Lurah. Saya selaku dari Bamuswa akan salurkan dan berikan kepada pelaksana di lapangan. Jujur untuk membantu normalisasi,” kata Suryo.(Fjr)

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *