H. Jayasan: Posyandu harus Naik Kelas, Balita Gizi Buruk Diselamatkan.

TEROBOSHUKUM.CO.ID – Bekasi. Meledak! Pertemuan biasa jadi luar biasa. Silaturahmi ibu-ibu kader Posyandu Desa Kedung Jaya di markas Barisan Relawan Haji Jayasan (BRAJA), Sabtu (9/5)
Suasana hangat penuh kekeluargaan itu pecah saat Balon Kades Kedung Jaya, H. Jayasan, lempar visi yang bikin semua kader melongo: Posyandu tidak boleh cuma nimbang dan suntik. Harus jadi mesin penggerak ekonomi!
“Ke depan kami punya program untuk memajukan kesehatan masyarakat di Desa Kedung jaya. Posyandu akan lebih kami tekankan, terutama untuk balita yang mengalami kekurangan gizi agar kesehatannya terjamin,” tegas H. Jayasan di hadapan para kader.
Tak berhenti di gizi balita, gebrakannya lebih gila lagi. H Jayasan mau setiap Posyandu punya UMKM sendiri. Kader Posyandu tidak hanya jadi pahlawan kesehatan, tapi juga dilatih jadi pengusaha mandiri di wilayahnya masing-masing.
“Nanti setiap Posyandu akan kami dorong memiliki UMKM untuk usaha kader di masing-masing Posyandu supaya bisa mandiri,” katanya.
Artinya? Kader bisa sejahtera, Posyandu punya kas sendiri, pelayanan kesehatan makin kencang. Satu dayung, tiga pulau terlampaui.
Menurut H Jayasan, ini langkah jitu membangun kesejahteraan dari akar rumput. Dari lingkungan terkecil, dari tangan-tangan ibu kader.
“Harapannya rakyat bisa sukses, sejahtera, sehat, pintar, dan semakin cerdas,” tutupnya.
Silaturahmi Sabtu itu bukan sekadar kumpul-kumpul, tetapi para kader pun pulang dengan semangat baru: siap jadi agen kesehatan sekaligus UMKM desa. (Fjr)
