Revitalisasi Pendidikan Kemendikdasmen Bawa Dampak Positif bagi Daerah 3T

TEROBOSHUKUM.CO.ID – Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus menunjukkan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pembelajaran di berbagai daerah Indonesia, termasuk di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
Beberapa kepala satuan pendidikan di daerah 3T mengungkapkan bahwa program revitalisasi telah membawa perubahan signifikan bagi sekolah mereka. Albertina Insyur, Kepala TK Pembina Negeri Senggi, Kabupaten Keerom, Provinsi Papua, mengatakan bahwa revitalisasi telah membuat sekolahnya memiliki fasilitas baru dan lingkungan belajar yang lebih nyaman.
“Semua murid sangat bahagia karena kini memiliki fasilitas baru dan lingkungan belajar yang jauh lebih nyaman,” kata Albertina.
Ihsan Sopiandi, Kepala SMP Islam Darul Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, juga mengungkapkan bahwa revitalisasi telah meningkatkan citra dan kepercayaan masyarakat terhadap sekolahnya.
“Dahulu, keterbatasan ruang belajar dan fasilitas pendukung membuat sekolah kami kurang mendapat perhatian dan kepercayaan masyarakat. Berkat program revitalisasi, kini kepercayaan masyarakat mulai tumbuh dan semakin banyak orang tua yang ingin menyekolahkan anaknya di SMP Islam Darul Bayan,” kata Ihsan.
Sahrir, Kepala SD Negeri 1 Loloan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, juga mengungkapkan bahwa revitalisasi telah menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman bagi siswa.
“Kini peserta didik tidak lagi belajar di lantai ruang perpustakaan karena keterbatasan ruang kelas, dan guru dapat melaksanakan proses pembelajaran dengan lebih optimal karena sarana belajar telah terpenuhi, termasuk ketersediaan meja dan bangku yang memadai,” kata Sahrir.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mengatakan bahwa program Revitalisasi Satuan Pendidikan tidak hanya sekadar berfokus untuk memperbaiki gedung yang rusak, namun juga untuk menciptakan lingkungan belajar aman, nyaman, dan mendukung transformasi karakter siswa.
“Tahun 2026 kami menargetkan penambahan 60 ribu satuan pendidikan penerima revitalisasi, sehingga transformasi dan mutu pendidikan dapat dirasakan di seluruh penjuru negeri,” tutup Menteri Mu’ti. (Red)
