Presiden Prabowo Anugerahkan Bintang Jasa kepada Pimpinan BGN

TEROBOSHUKUM.CO.ID – JAKARTA. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menganugerahkan tanda kehormatan Bintang Jasa Utama kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana. Dalam kesempatan yang sama, Presiden juga menganugerahkan Bintang Jasa Pratama kepada para Wakil Kepala BGN, yakni Sony Sanjaya, Nanik Sudaryati Deyang, serta Lodewyk Pusung, Letnan Jenderal TNI (Purn.). Penganugerahan digelar pada acara peresmian dan peletakan batu pertama 1.179 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri serta 18 gudang ketahanan pangan Polri di Jakarta, Jumat (13/2).
Baca juga :
Masyita Crystallin Tinggalkan Kemenkeu, Kini Gabung ke Danantara Investment Management
Tanda Kehormatan Bintang Jasa merupakan bentuk penghargaan negara kepada tokoh yang dinilai memiliki jasa besar dan kontribusi signifikan dalam bidang yang berdampak langsung terhadap keselamatan, kesejahteraan, dan kemajuan bangsa.

Kepala Badan Gizi Nasional saat menerima tanda penghargaan Bintang Jasa Utama dari Presiden Prabowo
Momentum ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan penyediaan gizi sebagai bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Penguatan infrastruktur SPPG dan menjaga ketahanan pangan menjadi langkah konkret untuk memastikan distribusi pangan bergizi berjalan efektif, terukur, dan berkelanjutan.
Kepala BGN Dadan Hindayana menyampaikan rasa terima kasih atas penghargaan yang diterimanya. Ia menegaskan, anugerah tersebut merupakan amanah untuk terus meningkatkan kinerja dan memperluas jangkauan pelayanan penyediaan gizi di seluruh Indonesia.
“Penghargaan ini bukan untuk saya pribadi, tetapi untuk seluruh jajaran Badan Gizi Nasional dan para mitra di pusat maupun daerah yang bekerja tanpa lelah memastikan program mencukupi gizi berjalan optimal,” ujar Dadan di Jakarta, Jumat (13/2).

Kepala Badan Gizi Nasional saat penganugrahan tanda kehormatan Bintang Jasa Utama
Dadan menambahkan bahwa pemenuhan gizi nasional memerlukan sinergi lintas sektor yang kuat dan konsisten. Keberhasilan program, menurutnya, hanya dapat dicapai melalui kolaborasi antara pemerintah, aparat, dunia usaha, serta partisipasi aktif masyarakat.
“Gizi adalah investasi jangka panjang bangsa. Ketika anak-anak Indonesia tumbuh sehat dan kuat, kita sedang menyiapkan fondasi generasi unggul menuju Indonesia Emas,” tegasnya. (√)
Biro Hukum dan Humas
Badan Gizi Nasional
