Masyarakat Mendesak Wakil Bupati Bekasi Terpilih Segera Dilantik



TEROBOSHUKUM.CO.ID – Akhmad Marjuki terpilih sebagai Wakil Bupati Bekasi melalui Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Bekasi 18 Maret 2020. Sudah lebih kurang 8 bulan terkatung tanpa kepastian.

“Kemudian, DPRD Kabupaten Bekasi mengirimkan surat permohonan ke Kemendagri. Namun, sampai saat ini masyarakat Kabupaten Bekasi belum mengetahui adanya jawaban yang jelas dari Kemendagri,”

Menurut Ahli Hukum Tata Negara Penetapan Wabup Bekasi oleh DPRD Sah dan Mengikat

Bahwa ada yang mengajukan gugatan ke PTUN Bandung dari lawan politinya itu sah. Akan tetapi, sudah keluar amar putusan bahwa gugatan tersebut dinyatakan ditolak, dan sekarang ada upaya banding di PT TUN Jakarta. “Namun, perlu digarisbawahi dalam permasalahan ini, dalam amar putusan tersebut tidak ada yang menyatakan menangguhkan hasil keputusan Sidang Paripurna yang diselenggarakan 18 Maret 2020,”

Menanggapi kenyataan ini, masyarakat Kabupaten Bekasi yang tergabung dalam SMPB atau Solidaritas Masyarakat Peduli Bekasi saat ditemui dikediamannya 4/10/2020 yang diwakili oleh Drs. H. Awih Kusbini, sempat melontarkan kekhawatiranya serta merugikan masyarakat Kabupaten Bekasi. Terlalu lamanya Bupati tanpa wakil khawatir terjadi penyalah gunaan wewenang atau abuse of power. Sebab bupati dan wakil keduanya punya fungsi masing-masing dalam menjalankan roda pemerintahannya. Jadi jangan diborong oleh bupati sendirian. Ini akan berbahaya disamping secara politik sudah terjadi mispersefsi sehingga di masyarakat berakibat rentan akan perpecahan. Oleh karenanya harus ada yang bertanggung jawab. Apakah pejabat yang berwenang melantik ingin membiarkan masyarakat pecah saling curiga karena ketidak pastian, tegasnya.

Ditempat teroisah salah seirang tomas yang bernama Idi R, dengan logat Bekasinya yang kental sempat berujar “lha Bang kira-kira saja ini benar apa kagak, panitia oemikihan sudah terbentuk dipilih sudah oleh anggota dewan terhornat. Tentunya pakai anggaran APBD, ilok Bupati kagak tahu? Terus ini hasilnya dianggap apa tidak? Kalau tidak dianggap, tentu harus ada pertanggung jawabanya. Jadi tolong uruslah yang bener, dah kelamaan ini. Masyarakatmah tahunya sudah dipilih dan ada yang menang. Sudah cukup lha inimah belum dilantik juga. Dengan nada tanya”

Kalaupun ada problem politik lokal yang belum tuntas di Bekasi. Agar para elite segera diselesaikan jangan mengganggu tata kelola sistem pemerintahan di Kabupaten Bekasi.

Kalau mekanisme yang ada di dalam Undang-Undang Pilkada sudah jelas bahwa calon yang diusung partai politik kalau sudah dipilih melalui mekanisme Paripurna di DPRD maka selesai persoalannya secara hukum. Baik secara formil dan secara materiil sudah tuntas. Barangkali yang tidak tuntas itu adalah problem secara politik,”

Masih menurut Drs. Awih Kusbini yang mewakili SMPB pihaknya akan melayangkan surat Somasi kepada pihak-pihak yang berwenang. Bahwa Masyarakat Kabupaten Bekasi butuh segera Wakil Bupati yang akan mendampingi Bupati bekerja dimasa sisa waktu berjalan. ( * )

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *