HUTAN TERBAKAR, WARGA SETEMPAT TERSIKSA, KEJAHATAN MERAJALELA

HUTAN TERBAKAR, WARGA KELAPARAN, KEJAHATAN MERAJALELA
Api Tak Padam, Perut Tak Kenyang, Maling Merajalela Indonesia Sedang Tidak Baik-Baik Saja
Karhutla Menggila, Sembako Mahal, Rakyat Nekat Jadi Penjahat Demi Makan
Tiga Krisis Sekaligus: Asap, Lapar, dan Begal
HUTAN TERBAKAR, WARGA SETEMPAT TERSIKSA, KEJAHATAN MERAJALELA
TEROBOSHUKUM.CO.ID – BEKASI. Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Tiga krisis datang bersamaan dan menghantam rakyat kecil di titik paling sakit.
Di atas, langit Sumatera dan Kalimantan oranye pekat. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) 2026 tak kunjung padam. Data resmi mencatat 4 petugas tewas di Bromo, 1 relawan gugur di Palangkaraya, 277 ribu warga kena ISPA, dan 1.700 kematian akibat polusi asap. Hutan habis, udara jadi racun.
Di bawah, dapur rakyat ikut terbakar. Harga sembako melambung. Beras, minyak, telur semua naik. Di warung-warung ibu-ibu hanya bisa mengelus dada. Ekonomi kelas bawah terjepit, dompet tipis, perut kosong.
Lalu di jalanan, krisis ketiga meledak: keamanan terjun bebas.
Begal di lampu merah, maling bobol rumah siang bolong, curanmor merajalela di gang-gang kampung. Bukan karena orang jahat lahir jahat. Tapi karena orang lapar dan depresi. Ketika perut kosong tak bisa lagi diajak kompromi, kejahatan jadi jalan pintas untuk sekadar bertahan hidup.
Ini lingkaran setan yang berbahaya:
HUTAN DIBAKAR -> ASAP MEMBUNUH -> EKONOMI LEMAH -> SEMBAKO MAHAL -> RAKYAT LAPAR & DEPRESI -> KEJAHATAN NAIK -> KEAMANAN RUNTUH.
Pertanyaannya bukan lagi siapa yang salah. Tapi sampai kapan pemerintah membiarkan api di hutan, api di dapur, dan api di jalanan ini menyala bersamaan?
Rakyat tidak butuh janji. Rakyat butuh hutan yang padam, harga yang turun, dan jalanan yang aman untuk pulang malam.
Kalau tiga api ini tidak segera dipadamkan, yang terbakar bukan hanya hutan — tapi masa depan Indonesia. (Fir)
