H. Ibnuh Hajar DPRD Kab Bekasi Gelar Reses Turun Langsung ke Daerah Pemilihan.

TEROBOSHUKUM.CO.IDDPRD KABUPATEN BEKASI JAWA BARAT. Suasana hangat dan akrab mewarnai reses Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, H. Ibnuh Hajar, di Dapil 5 tahun sidang II masa persidangan kedua tahun anggaran 2026. Ini jadi reses keempat sejak Ibnu Hajar duduk di kursi dewan. Jum’at siang (01/04)

Di hadapan warga yang hadir melebihi jumlah undangan, Ibnu Hajar langsung meluruskan makna reses.

Ia menegaskan, reses bukan ajang kumpul tanpa arah. Reses adalah masa kerja anggota dewan di luar gedung DPRD untuk turun langsung ke daerah pemilihan.

“Jadi apa sih reses ini? Reses itu masa di luar persidangan, di luar kantor. Anggota legislatif turun ke dapilnya sendiri-sendiri. Kita sengaja gelar, ada undangan, supaya Bapak-Ibu bisa sampaikan apa yang jadi kebutuhan,” jelasnya.

Ibnu Hajar mengingatkan, semua usulan warga akan dicatat sebagai ikhtiar. Tapi realisasinya tetap mengikuti aturan dan tahapan. “Pemerintah punya regulasi. Usulan tahun ini belum tentu langsung dikerjakan tahun ini juga. Ada sinkronisasi dari desa, kecamatan, dinas. Disesuaikan kemampuan anggaran kabupaten,” ujarnya.

Soal anggaran, ia memaparkan APBD Kabupaten Bekasi tahun ini sekitar Rp 630 miliar, bersumber dari transfer pusat, bantuan provinsi, pajak, retribusi, hingga reklame. “Kalau duitnya cukup, bisa dikerjakan. Ini ikhtiar sesuai ketentuan,” kata Ibnu Hajar.

Sesi reses makin lengkap dengan penjelasan Moderator Arip Rahman Hakim soal postur APBD 2026. Ia menyebut ada dua pos besar: belanja langsung dan belanja tidak langsung. Jum’at siang (01/04)

“Belanja langsung itu belanja pegawai, untuk gaji seluruh ASN se-Kabupaten Bekasi. Belanja modal masuk belanja tidak langsung. Itu untuk infrastruktur: perbaiki jalan, drainase rusak, atau beli tanah buat gedung,” terang Arip.

Penjabat (PJ) Desa Samudra Jaya, Jajat Sudrajat, menyambut baik reses tersebut. Ia menginstruksikan seluruh Ketua RT, RW, dan Kadus untuk mencatat semua aspirasi, terutama soal jalan desa. Jum’at siang (01/04)

“Aspirasi apa dan jalan apa yang ada di Desa Samudra Jaya, kita tuliskan. Apa yang kita inginkan sesuai Dapil 5. Mudah-mudahan bisa dirasakan,” tegas PJ desa samudera Jaya

Jajat mengaku lega karena anggota dewan yang reses adalah putra asli Samudra Jaya. “Saya kenal beliau sejak 2002, sebelum saya jadi PNS. Alhamdulillah kita punya dewan asli orang Samudra Jaya. Mudah-mudahan apa yang ditulis RT, RW, Kadus bisa diserap dan disalurkan,” ujarnya. (Fjr)

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *