PTMT SD & SMP Berjalan dengan Baik Walaupun 50% Setiap Rombel

TEROBOSHUKUM.CO.ID – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas tingkat sekolah dasar (SD) maupun sekolah menengah pertama (SMP) di wilayah Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi berjalan dengan baik, meski kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa hanya 50 persen per rombongan belajar (Rombel).

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) cabang Kecamatan Babelan, H. Roji, S.Pd, MM kepada awak media mengatakan, proses PTMT yang telah diinstruksikan oleh Pj Bupati Bekasi H. Dani Ramdan berjalan dengan normal dan sesuai dengan tetap menerapkan Protokol kesehatan (Prokes) yaitu menghadirkan siswa 50 persen, yang dimulai pada 6 September 2021, Jum’at (17/9/21)

“Alhamdulillah sampai saat ini berjalan dengan baik dan normal, sesuai dengan aturan yang kita tetapkan dan diikuti oleh semua sekolah yang ada terutama sekolah-sekolah di Kecamatan Babelan,” ujarnya.

Menurut Roji, pihak sekolah harus menyiapkan alat kesehatan dan tetap menjaga 5M yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas.

Ditanya berapa lama proses KBM yang dilakukan pihak sekolah, Roji mengatakan, proses KBM hanya dua jam. Yakni masuk kelas pukul 07.00 hingga pukul 09.00 Wib.

Disinggung apakah pihaknya menemukan pelanggaran Prokes yang dilakukan pihak sekolah, Roji berujar, sejauh ini pihaknya belum menemukan adanya pelanggaran Prokes di sekolah.

“Alhamdulillah, tidak ada temuan soal pelanggaran Prokes. Karena memang sudah dievaluasi dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bekasi,” pungkasnya seraya berharap ke depan lebih baik lagi, dari 50 persen kehadiran siswa menjadi 100 persen.

Dengan kehadiran 50 persen, tambah Roji, sepertinya proses KBM siswa kurang maksimal.

“Alhamdulillah, tidak ada temuan soal pelanggaran Prokes. Karena memang sudah dievaluasi dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bekasi,” pungkasnya seraya berharap ke depan lebih baik lagi, dariĀ 50 persenĀ kehadiran siswa menjadi 100 persen.

Dengan kehadiranĀ 50 persen, tambah Roji, sepertinya proses KBM siswa kurang maksimal. (*)

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *