Cakades Pahlawan Setia nomor urut 2, Ayatullah Ajak Tolak Politik Uang

TEROBOSHUKUM.CO.ID – PAHLAWAN SETIA KABUPATEN BEKASI JAWA BARAT. Masa tenang Pilkades semakin dekat. Di tengah terik matahari, Calon Kepala Desa Pahlawan Setia nomor urut 2, Ayatullah bersama timnya menggelar orasi dan konsolidasi di hadapan warga, relawan dan simpatisan. selasa siang, (15/9).
Dalam kesempatan itu, perwakilan dari pusat, Bapak Karman menyampaikan pesan penting kepada seluruh warga Pahlawan Setia.
“Pahlawan Setia, bahwasanya tanggal 20 besok kita jangan sampai ada yang kena iming-iming. Kau tembak nanti kita 8 tahun. 8 tahun itu cukup lama,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi kecerdasan warganet Pahlawan Setia saat ini. “Masyarakat Pahlawan Setia sekarang sudah cerdas-cerdas. Terutama perumahan-perumahan yang mayoritas sekarang mendukung Pak Ayatullah,” lanjutnya disambut amin dari warga.
Yang paling menyita perhatian adalah pernyataan tegas Ayatullah terkait maraknya isu politik uang. “Tinggal 5 hari lagi, dari pihak lawan sudah menyiapkan strategi. Bagaimana caranya? Buat anak muda sama emak-emak. Mohon maaf ini harus saya sampaikan. Sudah menyiapkan uang satu orang satu juta,” ungkap Ayatullah lantang.
Menurutnya, modus yang digunakan tidak main-main. Warga diminta foto sebagai bukti setelah menerima uang. Bahkan nomor HP anak muda juga diminta. “Anak muda diminta nomor handphonenya. Ibu-ibu satu juta itu bisa membayar dua atau tiga kali. Tapi bukan duitnya diambil, dia nggak mungkin. Pasti dia minta yang namanya bukti,” jelasnya.
Ayatullah mengimbau warga untuk tidak terjebak. “Bapak-bapak, ibu-ibu, duit 500 ribu tidak ada apa-apanya. 800 ribu juga tidak ada apa-apanya untuk 8 tahun ke depan. Saya mohon dengan sangat kepada ibu-ibu dan bapak-bapak sekalian untuk merelakan dirinya, mengikhlaskan dirinya,” pintanya
Ayatullah juga mengucapkan terima kasih kepada warga yang rela hadir di bawah panas terik. “Maupun panas terik matahari jam-jam segini bisa-bisa hitam tapi itu nggak peduli. Terima kasih udah pada turun ke depan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa ini adalah masa-masa krusial. Untuk itu, ia meminta perwakilan dari masing-masing kampung dan perumahan untuk menyampaikan orasi penyemangat. √
Reporter: FJR
Editor : Rht
