Rahasia IAS Bikin Penumpang Bandara Lebih Tenang

Herdy Harman Bongkar Dapur, SDM dan Digital. Budi Setyawan Kasih Janji, Senyum dan Koper 15 Menit, kamis, (11/6/2026)
TEROBOSHUKUM.CO.ID – JAKARTA. Kalau kamu ngerasain koper keluar 15 menit, toilet bandara wangi, atau petugas nyapa sambil senyum, itu bukan kebetulan. Ada “resep rahasia” di balik layar IAS. Kamis, (11/6/2026)
Resep itu dibongkar 2 direksi kunci InJourney Group saat Townhall Meeting “Melayani Sepenuh Hati” di Graha Angkasa Pura Indonesia, Kemayoran, Kamis (11/6)
Bongkar Dapur, 2 Mesin Utama Versi Dir. HC & Digital InJourney. Bapak Herdy Harman dari InJourney langsung lurusin mitos: layanan prima itu nggak muncul tiba-tiba.
“Di balik layanan cepat dan nyaman, ada SDM dan teknologi yang terus diasah. Tanpa SDM kompeten dan digital yang kuat, service excellence cuma jadi wacana,” tegasnya.
Jadi ada 2 “mesin” yang kerja 24 jam.
Mesin 1, SDM Kompeten, Humanis, Punya Hati.
InJourney nggak mau karyawannya cuma jadi “robot SOP”. Pelatihan berkelanjutan, Ground handling sampai manajemen dilatih soft skill + standar CX Playbook IAS. Tujuannya biar senyum ke penumpang konsisten. Budaya melayani, Tagline “Melayani Sepenuh Hati” ditanam dari atas sampai bawah. Jadi melayani itu mindset, bukan kewajiban. Rekrutmen selektif, Yang dicari bukan cuma jago teknis, tapi punya empati. Karena penumpang mau “disentuh manusia”, bukan cuma dilayani prosedur.
Mesin 2, Teknologi Digital yang Kuat
SDM hebat tanpa tools, tenaga habis tapi hasil lambat. Makanya InJourney gas digitalisasi,
CALIS untuk kargo, Real-time monitoring biar jadwal kiriman pasti, nggak nebak-nebak.
Pusat Kendali C4, Target September 2026. CCTV, contact center, komplain penumpang digabung jadi 1. Ada masalah? Responnya langsung cepat.
“Digitalisasi ini bukan buat gantiin manusia. Tapi buat ngasih tenaga ke SDM biar kerja lebih efisien dan akurat,” jelas Pak Herdy.
Pak Budi Setyawan Wijaya nurunin janjinya ke bahasa penumpang.”Nggak muluk-muluk. Janji kami sederhana: bikin perjalanan Anda lebih tenang,” ucap Dirut IAS saat peluncuran CX Playbook & Prayana Lounge.
“Setiap senyum petugas IAS, setiap koper 15 menit, itu janji kami ke penumpang.”
Sederhana? Iya. Tapi buat nurunin itu ke lapangan, IAS udah siapin buktinya, Senyum CX Playbook. Standar layanan seragam di semua bandara. Jadi feel-nya sama mau di Surabaya, Bali, Makassar, Balikpapan.
“First Bag” keluar 15 menit, “Last Bag” 30 menit. Tingkat ketepatan 97,73%. Drama nunggu koper, udahan. Prayana Lounge. Udah buka di 4 bandara, Surabaya, Bali, Makassar, Balikpapan. Nyaman, mewah, pelayanan prima. Tempat paling pas buat nenangin diri sebelum boarding.
Pak Budi tegas,”Ini langkah konkret kami di era merger Danantara. Nggak cuma di PowerPoint, tapi kerasa langsung di titik interaksi pelanggan.”
Kesimpulannya Buat Kamu Penumpang,
Jadi kalau next time kamu ke bandara IAS dan ngerasain “kok jadi lebih enak ya”, sekarang kamu tau jawabannya. Ada ribuan insan InJourney yang kompetensinya diasah tiap hari dan sistem digital yang kerja lembur dan 1 janji sederhana dari pimpinannya, bikin kamu tenang.
“Service excellence itu hasil kerja keras SDM dan teknologi. Bukan wacana,” tutup Pak Herdy. Dan Pak Budi nambahin, “Karena perjalanan tenang dan perjalanan bahagia.” (Rochmatillah)
Editor : fjr
