Reses Dapil V, Angganita Pastikan Kawal Usulan Warga: Ditarget Realisasi Juni-Juli 2026

TEROBOSHUKUM.CO.IDAnggota DPRD Kabupaten Bekasi dari Dapil V, Angganita, menggelar reses tahun sidang II masa persidangan kedua tahun anggaran 2026 di RW 22 Kelurahan Bahagia Kecamatan Babelan. Kegiatan ini dihadiri perwakilan Disdukcapil, Diskop UMKM, DPMD, tokoh masyarakat, serta RT/RW setempat. Pada selasa siang (29/4)

Dalam dialog bersama warga, Angganita menegaskan komitmennya memperjuangkan setiap aspirasi yang masuk, terutama terkait infrastruktur lingkungan.

“Memperjuangkan usulan-usulan yang Ibu-Bapak sudah sampaikan. Permasalahan tersebut hanya mengajukan usulan dari masyarakat. Saya membawa, saya mengajukan, saya mengawasi. Selebihnya yang merealisasikan, yang mengeksekusi itu eksekutif,” ujar Angganita.

Ia mengakui kondisi efisiensi anggaran menjadi tantangan, namun memastikan telah berkomunikasi langsung dengan dinas terkait. Untuk usulan drainase dan jaringan dari RW 22 dan RW 29, sudah ada jawaban dari dinas.

“Insyaallah nanti untuk drainase dan jaringan yang diusulkan itu akan dikerjakan di bulan Juni dan Juli. Insya Allah kalau tidak ada perubahan. Baru kemarin saya telepon dinas. Saya bilang, saya malu Pak kalau itu terus-terusan dicoret lagi,” tegasnya.

Angganita menyatakan akan terus mengawal dinas agar program terealisasi. “Saya terus kejar ke dinas-dinas agar itu terealisasi, Bu. Soalnya saya malu kalau nggak realisasi. Kadang saya digoblok-goblok Ibu, harus lebih ngotot lagi,” ucapnya.

Hadir dalam reses, Kepala Bidang Pemberdayaan Koperasi dan UMKM Kabupaten Bekasi, Robbal Abdul Karim, menyampaikan bahwa koperasi menjadi salah satu Program Strategis Nasional (PSN).

“Dalam waktu dekat, kalau memang lahannya sudah tersedia, pemerintah akan membangun Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Di dalamnya nanti ada beberapa unit bisnis yang dikelola,” kata Robbal.

Ia mengajak warga mendukung program nasional tersebut. “Koperasi itu dari kita, oleh kita, dan untuk kita. Yang dapat untung atau SHU ya anggota, tergantung amal dan perbuatannya ikut serta dalam koperasi,” jelasnya.

Perwakilan Disdukcapil Unit Kecamatan Babelan, Muhammad Tarsa, mengingatkan warga soal pentingnya data kependudukan dan Identitas Kependudukan Digital (IKD).

“Sering banget terjadi di Kecamatan Babelan, masyarakat biodatanya nggak ada sama sekali atau pendatang. Masuk rumah sakit biodatanya kosong, dokter nggak mau melayani,” kata Tarsa.

Ia meminta warga segera _download_ aplikasi IKD. “Di IKD ada e-KTP, Kartu Keluarga, dan biodata keluarga. Kalau KTP fisik nggak dibawa, bisa pakai IKD. Untuk scan barcode-nya bisa ke Kecamatan,” tambahnya.

Perwakilan DPMD, Wingki, menyatakan siap menampung aspirasi warga yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat desa.

Sementara itu, H. Yusron, mantan manajer koperasi di Pelabuhan Merak dan Angkatan Darat, berbagi pengalaman. “Apa bedanya koperasi dengan PT? Saya rasa sama, koperasi juga kena pajak. Koperasi bisa besar kalau dibuat sistem manajer usaha di berbagai bidang,” ujarnya.

Ketua RW 022, Kristin, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan menjadikan wilayahnya sebagai lokasi reses. “Mudah-mudahan aspirasi dari dewan dan kedinasan ini bisa menjawab kendala di lapangan,” ucapnya. (Fjr)

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *