Ketua Dewan Penasehat Formasi: Kebangkitan PPP Kabupaten Bekasi Ada di Tangan Energi Muda


CIKARANG, 21 April 2026. Ketua Dewan Penasehat Forum Masyarakat Bekasi (Formasi) yang Nota bene sebagai pendiri, H. Yaman Edie Bair menyebut pemilihan Ketua DPC PPP Kabupaten Bekasi sebagai momentum kebangkitan partai. Menurutnya, saatnya PPP memberi ruang lebih besar bagi figur muda untuk memimpin perubahan.


TEROBOSHUKUM.CO.IDCIKARANG KABUPATEN BEKASI. Dinamika politik di Kabupaten Bekasi menuntut setiap partai melakukan refleksi dan pembenahan menyeluruh, termasuk Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Hal itu ditegaskan Ketua Dewan Penasehat Forum Masyarakat Bekasi (Formasi), H. Yaman Edie Bair, Senin (21/4/2026).

Yaman menyoroti kondisi PPP Kabupaten Bekasi yang saat ini hanya memiliki dua kursi di legislatif. “Ini bukan sekadar angka, melainkan alarm keras sekaligus momentum strategis untuk bangkit,” ujarnya.

Menurut Yaman, momentum kebangkitan itu sangat relevan dengan pemilihan Ketua DPC PPP Kabupaten Bekasi. Ia menilai, proses tersebut menjadi ruang terbuka bagi lahirnya kepemimpinan baru yang mampu membawa perubahan nyata dan mengembalikan kepercayaan publik.

“Sudah saatnya partai ini memberikan ruang lebih besar kepada figur muda yang memiliki energi, visi, dan keberanian untuk melakukan terobosan,” kata Yaman. Ia menegaskan, yang dibutuhkan bukan semata soal usia, tetapi semangat zaman yang menuntut kecepatan, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi.

Yaman menilai figur muda unggul dalam membaca arah perubahan, memahami karakter pemilih baru, serta memanfaatkan teknologi digital sebagai instrumen politik modern. “Di tengah pergeseran perilaku pemilih, pendekatan konvensional tidak lagi cukup. PPP membutuhkan wajah baru yang mampu berbicara dengan bahasa generasi hari ini,” jelasnya.

Meski begitu, Yaman mengingatkan energi muda yang dimaksud bukan tanpa arah. Kepemimpinan muda yang dibutuhkan adalah mereka yang teruji dalam organisasi, duduk sebagai anggota DPRD, memiliki kapasitas manajerial, serta mampu membangun komunikasi lintas generasi dengan senior partai, ulama, dan elemen masyarakat.

“Di sinilah kekuatan sesungguhnya: ketika energi muda dipadukan dengan nilai kebijaksanaan yang menjadi akar historis PPP. Kepemimpinan muda tidak berarti meninggalkan tradisi, melainkan menghidupkannya kembali dengan cara yang lebih relevan dan kontekstual,” tegasnya.

Lebih lanjut, Yaman menyebut PPP Kabupaten Bekasi tidak cukup hanya membutuhkan simbol perubahan, tetapi motor penggerak baru. Figur muda diharapkan berani mengambil langkah strategis, melakukan konsolidasi hingga akar rumput, serta mengembalikan soliditas partai. Kedekatan dengan ulama dan tokoh umat sebagai basis keumatan PPP juga harus dihidupkan kembali dengan strategi yang lebih segar dan inklusif.

“Saat ini adalah momentum yang tepat untuk mendorong kepemimpinan muda tampil di garis depan. Bukan untuk menggantikan peran senior, tetapi melanjutkan perjuangan dengan energi baru, perspektif baru, dan semangat zaman yang lebih progresif,” ujar Yaman.

Formasi berharap proses pemilihan Ketua DPC PPP Kabupaten Bekasi berjalan demokratis, terbuka, dan melahirkan pemimpin muda yang mampu menjawab tantangan ke depan.

“Sudah saatnya PPP di Kabupaten Bekasi bangkit. Dan kebangkitan itu sangat mungkin dimulai dari keberanian memberi ruang kepada generasi muda untuk memimpin, bergerak, dan membawa PPP kembali menjadi kekuatan politik yang diperhitungkan,” tutupnya.(√)

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *