DIHINA DIJATUHKAN TAPI TAK TUMBANG: Kisah Mental Tahan Banting Yang Justru Bikin Sukses

DIHINA DIJATUHKAN TAPI TAK TUMBANG: Kisah Mental Tahan Banting Yang Justru Bikin Sukses

FEATURE INSPIRATIF
TEROBOSHUKUM.CO.ID – KOTA BEKASI. Di zaman sekarang, hampir semua orang pernah merasakan dihina. Dihina karena hidup masih menumpang, dihina karena bekerja dengan gajih kecil, dihina karena berbeda pandangan. Tapi tidak semua orang bisa tahan.

Ada tipe orang yang ketika dihina, ia langsung runtuh. Ada juga tipe yang justru ketika dihina, ia makin menjadi. Orang inilah yang disebut “Orang Tahan Banting”

Hinaan Adalah Ujian, Bukan Vonis?
Orang tahan banting paham satu prinsip, Hinaan orang disekitar bukan cerminan diri kita, tapi cerminan isi hati orang yang menghina.

Saat dihina, ia tidak sibuk membalas. Ia sibuk memperbaiki diri. Ia diam bukan karena kalah, tapi karena ia tahu, membuang energi untuk berdebat dengan penghina adalah kerugian.

“Kalau kamu dihina karena kamu sedang berjuang, jangan berhenti. Karena yang menghina tidak pernah berada di arena yang sama denganmu. Dia hanya penonton,” ujar seorang motivator.

Ciri Orang Yang Tahan Banting? Tidak Baperan, Tapi Bawa Perubahan. Ia mendengar hinaan, tapi tidak memasukannya ke dalam hati. Ia jadikan hinaan itu sebagai data untuk evaluasi. Apa yang kurang, apa yang harus diperbaiki.

Fokus Pada Proses, Bukan Pujian. Orang tahan banting tidak bekerja untuk dipuji. Ia bekerja untuk selesai. Mau dipuji atau dihina, jadwalnya tetap jalan, usahanya tetap gaspol.

Sabar Tapi Tidak Pasrah. Tahan banting bukan berarti diam pasrah diinjak-injak. Tahan banting adalah sabar dalam strategi. Ia membalas hinaan bukan dengan kata-kata, tapi dengan karya dan hasil.

Pada akhirnya, orang yang tahan banting akan selalu menang. Bukan karena ia tidak pernah dihina, tapi karena ia tidak pernah berhenti meski dihina bertubi-tubi.

Hari ini mungkin kamu yang dihina. Besok, bisa jadi orang yang sama akan belajar darimu. Karena hidup tidak memberikan hadiah kepada yang paling banyak dihormati, tapi kepada yang paling tahan banting. √

Editor : ROCHMATILLAH

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *