Komjen Marthinus Hukom. Netizen Tanya: Layak Jadi Kapolri?



Marthinus Hukom dikenal sebagai perwira dengan pengalaman panjang di bidang penanggulangan terorisme. Ia pernah memimpin Densus 88 Anti teror Polri sebelum akhirnya ditunjuk menjadi Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) pada Desember 2023
TEROBOSHUKUM.CO.ID – JAKARTA. Nama Komisaris Jenderal Polisi Marthinus Hukom kembali jadi sorotan publik. Kali ini setelah sebuah unggahan di TikTok mempertanyakan peluangnya untuk menjadi Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri)
Pertanyaan itu muncul dari akun TikTok Kawan Bung Nus dengan judul “Marthinus Hukom Jadi Kapolri, Setuju Kah Kalian?” Unggahan tersebut mengajak masyarakat berdiskusi dan menilai rekam jejak Marthinus di institusi Polri.
Marthinus Hukom dikenal sebagai perwira dengan pengalaman panjang di bidang penanggulangan terorisme. Ia pernah memimpin Densus 88 Anti teror Polri sebelum akhirnya ditunjuk menjadi Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) pada Desember 2023 oleh Presiden Joko Widodo. Saat itu pangkatnya naik menjadi Komjen Pol.
Lulusan Akademi Kepolisian 1991 ini punya segudang penugasan strategis. Ia satu angkatan dengan Kapolri saat ini, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Namun, masa jabatannya sebagai Kepala BNN berakhir pada Agustus 2025, setelah Presiden Prabowo Subianto melantik Irjen Pol Suyudi Ario Seto sebagai Kepala BNN yang baru.
Kini, nama Marthinus kembali mencuat karena dinilai memiliki latar belakang kuat untuk mengisi posisi-posisi strategis di kepolisian. Rekam jejaknya di Densus 88 dan kepemimpinannya di BNN jadi poin utama yang disorot netizen.
Meski begitu, hingga saat ini wacana tersebut masih sebatas diskusi di ruang publik. Belum ada informasi resmi yang menyatakan Marthinus Hukom ditunjuk atau ditetapkan sebagai Kapolri.
Penentuan Kapolri sendiri memiliki mekanisme resmi sesuai peraturan perundang-undangan. Karena itu, perbincangan di media sosial lebih tepat ditempatkan sebagai bagian dari dinamika dan aspirasi publik.
Publik pun dipersilakan menyampaikan pendapat secara kritis dan berdasarkan data yang bisa dipertanggungjawabkan, dengan menjadikan integritas, profesionalitas, dan pengalaman kepemimpinan sebagai tolok ukur utama. √
