JADAB Bangun SPORA di Kelurahan/Desa Sebelum Merambah ke Daerah & Provinsi

Pendiri JADAB, Marcel Damiano, menggunakan pakaian batik bercorak putih biru saat pengukuhan Pengurus SPORA Kebalen di Babelan, kabupaten bekasi Jawa barat. Minggu (28/6/26).
TEROBOSHUKUM.CO.ID – KEBALEN, BABELAN, BEKASI, JAWA BARAT. Perkumpulan Jati Diri Anak Bangsa (JADAB) memiliki strategi pertumbuhan yang berbeda. Alih-alih langsung membentuk struktur besar, JADAB memilih membangun dari titik paling kecil terlebih dahulu, yaitu SPORA.
Hal itu disampaikan langsung oleh Pendiri JADAB, Marcel Damiano, saat pengukuhan Pengurus SPORA Kebalen di Babelan, Minggu (28/6/26).
“Jadi pendiriannya kita runut berdasarkan cabang terkecil. Dari SPORA dulu. Nanti apabila sudah ada 3 sampai 5 SPORA baru kita kumpulkan di tingkat Kabupaten. Kalau di Kabupaten sudah ada 3-5, baru naik ke Provinsi,” jelas Marcel.
Filosofi Jamur dan Pakis. Nama “SPORA” sendiri bukan tanpa alasan. Marcel menjelaskan, filosofinya diambil dari logo JADAB yang bergambar jamur dan pakis.
“Para ilmuwan percaya jamur adalah kerajaan terbesar di dunia saat ini. Mereka saling berkoneksi dan terus menyebarkan dirinya lewat spora. Makanya kami mengambil filosofi ini untuk penamaan cabang kami,” ujarnya.
Dengan model ini, struktur JADAB saat ini hanya ada Dewan Pengurus Pusat (DPP) di Jakarta Pusat yang langsung terkoneksi ke titik-titik SPORA di lapangan.
7 Orang Pengurus Per SPORA, Fokus Budaya & Ekonomi. Untuk setiap SPORA yang dilantik, JADAB menetapkan 7 orang pengurus. Rinciannya: 1 Ketua, 1 Sekretaris/Bendahara, 1 Ketua Bidang Organisasi, 1 Ketua Bidang Ekonomi, 1 Ketua Bidang Kebudayaan, dan 2 Koordinator di bawah bidang.
Pengukuhan SPORA Kebalen sendiri didasarkan pada SK Nomor 2/SKJADAB/7/2026. Karena Ketua Umum berhalangan hadir, pelantikan dimandatkan kepada Sekjen Addian Laula.
Secara legalitas, JADAB terdaftar sebagai Organisasi Masyarakat. Namun, Marcel menegaskan pihaknya murni bergerak di bidang kebudayaan dan ekonomi. “Kami prihatin banyak anak muda sekarang lebih bangga dengan budaya asing Korea, Jepang. Padahal Indonesia punya nilai luhur yang sama dari Sabang sampai Papua: gotong royong, tata krama, menghormati yang lebih tua,” kata Marcel.
Ada Pelatihan, Ada Dampak Ekonomi Langsung
JADAB tidak ingin hanya menjadi seremonial. Ke depan, SPORA Kebalen akan menjadi percontohan program pelatihan keterampilan. “Kami ingin ada pelatihan teknisi, menjahit, yang langsung jadi keterampilan. Harapannya setiap SPORA punya dampak ekonomi dan budaya yang dirasakan langsung oleh daerahnya,” tegas Marcel.
JADAB juga berencana menginventarisir budaya yang hampir punah bersama Kementerian Kebudayaan, serta mengaktifkan kembali selebrasi rakyat seperti syukuran pasca panen.
JADAB sendiri baru mendeklarasikan berdirinya DPP pada 1 Juni 2026 setelah merampungkan AD/ART dan logo. Kantor pusatnya berada di Jakarta Pusat. SPORA Kebalen menjadi titik pertama yang dikukuhkan pada 28 Juni 2026. √
Editor: fajar rht
