Wakil Ketua DPRD Sepakat Gelar Seminar Santai Edukasi Gen Z Hadapi Era Teknologi

Bekasi, 20 April 2026 – Pengurus Ikatan Wartawan Online (IWO) Kota Bekasi bersilaturahmi dengan Wakil Ketua DPRD Kota Bekasi Faisal SE, Senin (20/4), usai sidang paripurna. Pertemuan di ruang kerja Wakil Ketua DPRD lantai 2 itu melahirkan gagasan seminar khusus Generasi Z yang dikemas santai dan tidak formal.


TEROBOSHUKUM.CO.IDDPRD KOTA BEKASI. Suasana penuh keakraban mewarnai pertemuan Pengurus Ikatan Wartawan Online (IWO) Kota Bekasi dengan Wakil Ketua DPRD Kota Bekasi Faisal SE, Senin (20/4). Silaturahmi digelar di ruang kerja Wakil Ketua DPRD lantai 2, usai sidang paripurna.

Pertemuan tersebut membahas sinergi antara IWO sebagai organisasi wartawan online dengan DPRD sebagai lembaga penampung dan penyalur aspirasi masyarakat. Di sela perbincangan, Ketua IWO Kota Bekasi Saut Manullang mengusulkan penyelenggaraan seminar bersama.

Usulan itu langsung disambut baik oleh Faisal. “Setuju dan akan digelar dalam waktu dekat. Tapi tidak terlalu formil dan kaku. Pelaksanaannya santai saja, bertajuk hal Generasi Z. Jadi yang diundang anak-anak remaja dan pemuda,” kata Faisal.

Faisal menegaskan, tujuan seminar adalah mengedukasi generasi muda menghadapi tantangan zaman yang disebutnya sebagai era teknologi Generasi Z. “Intinya, mengedukasi anak-anak muda tersebut akan situasi teknologi zaman yang semakin canggih, yang akan berdampak kepada tugas dan tanggung jawabnya sebagai generasi penerus bangsa,” ujarnya santai.

“Saya siap. Mereka mau katakan apa, yang pasti tugas kita semampu kita kepada generasi sekarang harus mengedukasi mereka sedini mungkin,” tambah Faisal.

Menurut Faisal, Generasi Z yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012 kini berada di persimpangan antara masa muda dan tanggung jawab besar sebagai calon pemimpin bangsa. “Mereka generasi pertama yang lahir dan tumbuh bersama internet. Punya keunggulan dalam penguasaan teknologi dan adaptasi yang tinggi terhadap perubahan zaman,” jelasnya.

Ia menilai Generasi Z lebih inklusif, kritis, dan sadar isu sosial serta lingkungan dibanding generasi sebelumnya. “Rasa ingin tahunya tinggi, cepat menyerap informasi, dan cepat belajar. Tapi tantangannya juga unik,” ungkap Faisal.

Salah satu karakteristik yang perlu diperhatikan, kata Faisal, adalah kecenderungan Generasi Z yang kurang sabar dan kurang menghargai proses. “Mereka maunya hasil cepat dan instan. Kalau tidak sesuai keinginan, bisa mudah marah atau putus asa.”

Faisal membeberkan tantangan lain yang dihadapi Generasi Z. Pertama, derasnya arus informasi yang menuntut literasi media agar mampu memilah berita benar dari hoaks. Kedua, tekanan sosial dan psikologis dari media sosial yang memicu stres dan kecemasan karena tuntutan tampil sempurna. Ketiga, perubahan ekonomi dan lingkungan kerja yang cepat sehingga butuh daya saing dan adaptasi tinggi.

“Di tengah semua itu, mereka harus mikir masa depan, termasuk keuangan dan perlindungan diri. Karena itu kita harus masuk mengedukasi sedini mungkin,” tegasnya.

Pertemuan ditutup dengan komitmen bersama untuk mematangkan konsep seminar Generasi Z. Acara tersebut direncanakan digelar dalam waktu dekat dengan format diskusi santai yang melibatkan pelajar, mahasiswa, dan komunitas pemuda Kota Bekasi. (Adv DPRD kota Bekasi)

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *