Keluhan dari Nasabah di Pelayanan BNI Delta Mas Bekasi


TEROBOSHUKUM.CO.ID – Di tengah upaya pemerintah memermudah pelayanan publik, ternyata tak semua instansi mendukung. Bahkan, sekelas Bank Negara Indonesia (BNI) yang termasuk bank papan atas di regional, tak sepenuhnya mendukung pelayanan publik.

Indikasinya, masih ada keluhan dari nasabah terkait pelayanan. Teranyar, salah seorang nasabah KH Athoillah Mursjid, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bekasi, merasa kecewa dengan pelayanan di Bank BNI Ruko Delta Mas, Kabupaten Bekasi.

Pasalnya, ketika ingin menarik uang secara tunai, terpaksa harus menunggu selama berjam-jam. Tidak hanya kerugian waktu atas pelayanan yang tidak memuaskan, ia juga menyesalkan salah satu karyawati Bank BNI, AA di bagian Customer Service (CS), kerjanya santai-santai saja dan malah sibuk memainkan handphone-nya, sementara para nasabah berurusan dengan Bank BNI cukup banyak.

“Terus terang, saya sangat kecewa dengan pelayanan di Bank BNI Ruko Delta Mas, Kabupaten Bekasi,” katanya kepada wartawan, Jumat (11/9/2020).

Diakuinya, pelayanan di Bank BNI di tahun ini tidak enak. Ia menilai, manajemen Bank BNI tidak mau mengevaluasi dan merenovasi bentuk pelayanan yang prima bagi nasabah.

“Ditambah antrian pelayanan satu nasabah oleh seorang Customer Service bisa sampai setengah bahkan satu jam lamanya. Sementara seorang Customer Service malah asik memainkan handphone-nya,” ketusnya.

Dilanjutkannya, sudah saatnya Bank BNI mengikuti manajemen Bank lain yang mampu memberikan pelayanan jauh lebih mudah dan praktis. “Kalau di Bank lain bisa, kenapa di Bank BNI yang cukup mapan dan merupakan perusahaan berplat merah (milik BUMN) ini tidak bisa,” ucapnya dengan nada kesal.

Kalau pelayanannya seperti ini terus, lanjut dia, lebih baik Bank BNI di merger (gabungkan) ke Bank lain. “Saya kira manajemen Bank BNI lebih baik belajar atau studi banding ke Bank lain,” kata mantan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bekasi ini.

Lebih lanjut Athoillah mengatakan, keberadaan Bank BNI di Kota Delta Mas memang hanya ada satu unit saja. Aktivitas di Bank itu tiap harinya bisa dibilang cukup padat. Tak ayal, walau jam sudah menunjukkan pukul 15.00 WIB dan security sudah menutup pintu depan kantor, namun nasabah yang memiliki kepentingan ke CS atau ke teller masih puluhan orang jumlahnya di dalam.

Menurut Athoillah, room pelayanan di Bank BNI ada yang kosong dan tidak diisi oleh karyawan. Semestinya, melihat antrian panjang, kursi kosong di CS dan di Teller, diisi oleh petugas untuk mambantu pelayanan nasabah yang sudah lama mengantri dan jenuh di dalam ruangan kantor itu.

“Masalah panjangnya antrian di Bank BNI, CS dan tellernya yang melayani nasabah hanya masing-masing dua orang. Padahal jika CS dan tellernya di tambah, dan ruang pelayanan yang kosong diisi oleh petugas, tentu akan sangat membantu antrian nasabah Bank BNI yang sudah lama dan jenuh menunggu,” katanya.

Tapi, lanjut Athoillah Mursjid, memang manajemen Bank BNI kelihatannya tidak mau membenahi dirinya dan memperbaiki cara pelayanan kepada para nasabah.

Selain itu, jika diperhatikan saat melayani nasabah, cara kerja CS dan di teller seperti karyawan magang saja. Respon kurang, kinerja lambat dan jarang senyum. “Kami yang menunggu berjam-jam, melihat cara kerja karyawan BNI semakin mengerutkan dahi saja,” imbuhnya.

TEROBOSHUKUM.CO.ID – Di tengah upaya pemerintah memermudah pelayanan publik, ternyata tak semua instansi mendukung. Bahkan, sekelas Bank Negara Indonesia (BNI) yang termasuk bank papan atas di regional, tak sepenuhnya mendukung pelayanan publik.

Indikasinya, masih ada keluhan dari nasabah terkait pelayanan. Teranyar, salah seorang nasabah KH Athoillah Mursjid, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bekasi, merasa kecewa dengan pelayanan di Bank BNI Ruko Delta Mas, Kabupaten Bekasi.

Pasalnya, ketika ingin menarik uang secara tunai, terpaksa harus menunggu selama berjam-jam. Tidak hanya kerugian waktu atas pelayanan yang tidak memuaskan, ia juga menyesalkan salah satu karyawati Bank BNI, AA di bagian Customer Service (CS), kerjanya santai-santai saja dan malah sibuk memainkan handphone-nya, sementara para nasabah berurusan dengan Bank BNI cukup banyak.

“Terus terang, saya sangat kecewa dengan pelayanan di Bank BNI Ruko Delta Mas, Kabupaten Bekasi,” katanya kepada wartawan, Jumat (11/9/2020).

Diakuinya, pelayanan di Bank BNI di tahun ini tidak enak. Ia menilai, manajemen Bank BNI tidak mau mengevaluasi dan merenovasi bentuk pelayanan yang prima bagi nasabah.

“Ditambah antrian pelayanan satu nasabah oleh seorang Customer Service bisa sampai setengah bahkan satu jam lamanya. Sementara seorang Customer Service malah asik memainkan handphone-nya,” ketusnya.

Dilanjutkannya, sudah saatnya Bank BNI mengikuti manajemen Bank lain yang mampu memberikan pelayanan jauh lebih mudah dan praktis. “Kalau di Bank lain bisa, kenapa di Bank BNI yang cukup mapan dan merupakan perusahaan berplat merah (milik BUMN) ini tidak bisa,” ucapnya dengan nada kesal.

Kalau pelayanannya seperti ini terus, lanjut dia, lebih baik Bank BNI di merger (gabungkan) ke Bank lain. “Saya kira manajemen Bank BNI lebih baik belajar atau studi banding ke Bank lain,” kata mantan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bekasi ini.

Lebih lanjut Athoillah mengatakan, keberadaan Bank BNI di Kota Delta Mas memang hanya ada satu unit saja. Aktivitas di Bank itu tiap harinya bisa dibilang cukup padat. Tak ayal, walau jam sudah menunjukkan pukul 15.00 WIB dan security sudah menutup pintu depan kantor, namun nasabah yang memiliki kepentingan ke CS atau ke teller masih puluhan orang jumlahnya di dalam.

Menurut Athoillah, room pelayanan di Bank BNI ada yang kosong dan tidak diisi oleh karyawan. Semestinya, melihat antrian panjang, kursi kosong di CS dan di Teller, diisi oleh petugas untuk mambantu pelayanan nasabah yang sudah lama mengantri dan jenuh di dalam ruangan kantor itu.

“Masalah panjangnya antrian di Bank BNI, CS dan tellernya yang melayani nasabah hanya masing-masing dua orang. Padahal jika CS dan tellernya di tambah, dan ruang pelayanan yang kosong diisi oleh petugas, tentu akan sangat membantu antrian nasabah Bank BNI yang sudah lama dan jenuh menunggu,” katanya.

Tapi, lanjut Athoillah Mursjid, memang manajemen Bank BNI kelihatannya tidak mau membenahi dirinya dan memperbaiki cara pelayanan kepada para nasabah.

Selain itu, jika diperhatikan saat melayani nasabah, cara kerja CS dan di teller seperti karyawan magang saja. Respon kurang, kinerja lambat dan jarang senyum. “Kami yang menunggu berjam-jam, melihat cara kerja karyawan BNI semakin mengerutkan dahi saja,” imbuhnya

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *