Aksi Demo Guru SD Babelan Tagih Milyaran Rupiah Dana Koprasi

TEROBOSHUKUM.CO.ID – Sejumlah guru SD Kecamatan Babelan mendatangi Kantor Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Babelan yang berlokasi di Taman Kebalen Kelurahan Kebalen, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi. Kedatangan para guru SD ini untuk menggelar aksi demo dikediaman Drs.H Jaini Wakil Ketua KPRI Guru Babelan.

Aksi demo ini dilakukan terhadap Wakil Ketua KPRI Guru Babelan yang juga menjabat sebagai Sekdin DPPKB Kabupaten Bekasi. Hal ini untuk menuntut haknya yang sudah bertahun-tahun tak kunjung dikembalikan oleh Pangurus Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI Guru Babelan).

H. Rojih Ketua PGRI Cabang Babelan yang juga Kepala SD Negeri Kebalen 02 mengungkapkan, ada miliaran rupiah hak para guru yang diduga digelapkan oleh para pengurus Koperasi tersebut.
“Mohon maaf, kemarin para guru mendatangi rumah Drs. H. Jaini selaku Wakil Ketua KPRI Guru Babelan karena memang sudah meluap emosi para anggota disini. Dan hari ini, kami berkumpul kembali di kantor KPRI Guru Babelan agar ada keputusan bersama demi terselesaikan apa yang menjadi hak para anggota koperasi, dan hari ini kami beri kesempatan untuk bermusyawarah agar segera diselesaikan dengan adil,” ujarnya, Minggu (30/8/2020).

Nada yang sama juga diungkapkan H. Samsumar, Dia mengungkapkan, jumlah hak para guru yang tersimpan di koperasi tersebut mencapai Rp6 milyar. Dana para guru yang disimpan di KPRI tersebut, saat ini hanya tersisa Rp4,5 mikyar, sebab Rp1,5 milyar sudah terdampak kredit macet.

Dikatakan Samsumar, saat ini para guru yang terdaftar menjadi anggota KPRI ada berkisar 400 orang. Dan para guru meminta, agar dana yang disimpan tersebut saat ini bisa segera dikembalikan. Sebab, dana tersebut dikhawatirkan bisa raib, apabila tidak segera dikembalikan k3pada para guru.

“Semua jumlah uang secara global dari kurang lebih 400 anggota koperasi (Guru SD) yakni berjumlah 6 milyar rupiah, keluar 1,5 milyar yang katanya kena kredit macet, jadi uang anggota koperasi yang tersisa di KPRI Guru Babelan 4,5 milyar rupiah, maka dari itu kami minta segera dikembalikan uang tersebut,” ungkapnya.

Sementara Ketua KPRI Guru Babelan, H. Tachrir, S.Pd saat mediasi di ruang musyawarah mengatakan, hanya berkenan mengembalikan sebesar Rp700 juta dari apa yang dituntutkan para guru. Hal itu, karena dana para yang berkitar Rp4,5 miliar tidak mampu disediakan dengan alasan terhalang situasi pandemi Covid-19.

“Kami memutuskan hanya menyanggupi menyerahkan Rp700 juta yang akan diserahkan pada bulan depan (September 2020). Dan bila diminta mengembalikan semua, kami tidak sanggup, apalagi ini masa sulit di pandemi covid-19,” ungkapnya.

Namun, permintaan Ketua Koperasi tersebut mendapat tanggapan yang sinis oleh H.Agus.S Kepala SD Negeri Bahagia 05 yang juga sebagai K3S Kecamatan Babelan. H. Agus dengan tegas menolak dan menganggap hal tersebut bukan solusi yang baik.
“Masa Rasio penyimpanan satu orang anggota bekisar 15 juta rupiah, harus dikembalikan 700 juta dikali 400 anggota lebih, ini tidak adil dong, yak minimal 60% nya dari apa yang sudah masuk di koperasi, oleh karena itu kami tetap menuntut hak kami minimal 60 % dari 4,5 Milyar rupiah,” kesalnya.

Menurut pantauan, terhadap keputusan Ketua dan Para Pengurus KPRI Guru Babelan yang dinilai kurang baik terhadap pengembalian hak para guru. Seluruh anggota koperasi tidak terima, dan tetap menuntut haknya sesuai dengan apa yang sudah disetorkan dengan kebijakan minimal 60% (2,7 Milyar) dari total anggaran Rp4,5 miliar.

Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber menyebutkan, dana para guru SD Babelan diduga digelapkan oleh pengurus KPRI Guru Babelan. Informasi juga menyebutkan, dugaan penggelapan itu satu disinyalir dilakukan oleh seorang ASN yang bertugas di Dinas Kabupaten Bekasi, dan menjabat sebagai Sekdin Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Bekasi.

Diketahui, struktur nama dan jabatan pengurus KPRI Guru Babelan, yakni Ketua : H. Tachrir, S.Pd, Wakil Ketua: Drs. H. Jaini, Sekertaris: Suwanto,S Pd,MM, Wakil Sekretaris : M. Adi, S.Pd, sementara Bendahara: M. Habibullah, SPd.I. (*).

 

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *